PAPER TUGAS AKHIRPENDIDIKAN JARAK JAUH

Teknologi Informasi Komunikasi

Dalam Pendidikan Jarak Jauh

 

 

 

 

Disusun Oleh:

Nama: Fajar Nur Rachmad

Dosen: Timbul Pardede

 

 

 


 

 

 

JURUSAN DIPLOMA-4 TEKNIK KOMPUTER JARINGAN DAN MEDIA DIGITAL

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG (TKJMD ITB)

2013

 

Pendidikan menekankan kontrol yang sangat sistematis dan ketat terhadap proses pembelajaran, dengan memberikan keleluasan kepada pembelajar untuk mengembangkan strategi belajarnya. Dilihat dari metode penyampaian materi pembelajaran yang terjadi selama proses pembelajaran berlangsung melahirkan sistem pendidikan konvensional dengan cara tatap muka dan sistem pendidikan jarak jauh.

Dalam pendidikan konvensional, pengajar dan pembelajar berada pada satu ruang dan waktu yang sama. Selama proses pembelajaran berlangsung, pengelolaan kelas sepenuhnya oleh pengajar yang melakukan berbagai aktivitas seperti menjelaskan atau mengadakan tanya jawab tentang materi

pembelajaran yang dibahasnya, memberikan bimbingan, memotivasi, menilai dan sebagainya. Karena pengajar mengekspresikannya secara langsung, maka pembelajar pun dapat memberikan tanggapan secara langsung. Sedangkan, dalam pembelajaran jarak jauh, pengajar dan pembelajar tidak berada dalam waktu dan ruang yang sama karena secara geografis terpisah. Karena terpisah dan adanya jarak tersebut, pengawasan atau kontrol pengajar terhadap perilaku pembelajar hampir tidak ada. Apalagi jika pengajar membatasi diri untuk berinteraksi langsung dengan pembelajar. Komunikasi pengajar dan pembelajar dilakukan melalui media, karena tidak bertatap muka secara langsung. Akibatnya pengajar akan mengetahui kemajuan belajar pembelajar jika pembelajar memberikan respon terhadap pengajaran, tugas, atau ujian yang diberikan kepadanya. Salah satu alat bagi pengajar untuk mengukur keberhasilan pembelajar diukur dari respon pembelajar tersebut. Pengajar tidak memperhatikan cara pembelajar belajar dan cara bagaimana memberikan respon dengan benar. Namun pengajar mengharuskan mempercayai akan kejujuran dan kemandirian pembelajar dalam mekanisme sistem pembelajaran jarak jauh.

Perbedaan pembelajaran konvensional dan pembelajaran jarak jauh terletak pada bentuk interaksi antara pengajar dan pembelajar, karakteristik pembelajar, jenis program, peran sumber daya manusia, manajemen, teknologi, dan sebagainya. Namun perbedaan tersebut bukan merupakan kendala untuk mengembangkan pembelajaran jarak jauh menuju pendidikan yang mencerahkan dan meningkatkan kualitasnya.

Pengertian pembelajaran jarak jauh adalah ketika proses pembelajaran tidak terjadinya kontak dalam bentuk tatap muka langsung antara pengajar dan pembelajar. Komunikasi berlangsung dua arah yang dijembatani dengan media seperti komputer, televisi, radio, telephon, internet, video dan sebagainya.

Pembelajaran konvensional dan pembelajaran jarak jauh menekankan bahwa (distance education) akan efektif jika pembelajar merasa lebih nyaman dan termotivasi untuk belajar dengan adanya komunikasi. Tanpa komunikasi timbal balik pembelajaran akan berubah menjadi indoktrinasi, belajar bukannya merupakan aktivitas menyenangkan, melainkan menjadi beban yang berat.

  1. Pengertian Pendidikan jarak jauh

Berbagai ahli telah mencoba mendefinisikan PJJ menurut sudut pandangnya masing-masing. Beberapa definisi yang diberikan para ahli menjelaskan bahwa pendidikan jarak jauh adalah:

1. Suatu bentuk pembelajaran mandiri yang terorganisasi secara sistematis, dimana konseling, penyajian materi pembelajaran, dan penyeliaan serta pemantauan keberhasilan siswa dilakukan oleh sekelompok tenaga dosen yang memiliki tanggung jawab yang saling berbeda. Pembelajaran dilaksanakan secara jarak jauh dengan menggunakan bantuan media (Dohmen,1967). 2. Suatu metode pembelajaran yang menggunakan korespondensi sebagai alat komunikasi antar tenaga dosen dengan siswa, ditambah dengan adanya interaksi antar siswa dalam proses pembelajaran (Mackenzie, Christensen, & Rigby, 1968).

3. Sistem pendidikan yang tidak mempersyaratkan adanya tenaga dosen di tempat seseorang belajar, namun dimungkinkan adanya pertemuan-pertemuan antara tenaga dosen dan siswa pada waktu-waktu tertentu (French Law, 1971).

4. Suatu metode untuk menyampaikan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dikelola berdasarkan pada penerapan konsep ban berjalan (division of labor), prinsip- prinsip organisasi, dan pemanfaatan media sevata ekstensif terutama dalam reproduksi bahan ajar, sehingga memungkinkan terjadinya proses pembelajaran pada siswa dalam jumlah banyak pada saat bersamaan dimanapun mereka berada. Merupakan suatu bentuk industri dari belajar dan dosenan (Peters, 1973).

5. Suatu metode pembelajaran dimana proses dosenan terjadi secara terpisah dari proses belajar, sehingga komunikasi antara tenaga dosen dan siswa harus difasilitasikan melalui bahan cetak, media elektronik, dan media-media lainnya (Moore, 1973).

6. Suatu bentuk pendidikan yang meliputi beragam bentuk pembelajaran pada berbagai tingkat pendidikan yang terjadi tanpa adanya penyeliaan tutor secara langsung dan atau terus menerus terhadap siswa dalam lokasi yang sama, namun memerlukan proses perencanaan, pengorganisasian dan pemantauan dari suatu organisasi pendidikan, serta penyediaan proses pembimbingan dan tutorial, baik dalam bentuk langsung (real conversation) maupun simulasi (simulated conversation) (Holmberg, 1977).

 

 

  1. Pengertian TIK

 

Teknologi Informasi dan Komunikasi / TIK (Information and Communication Technologies / ICT) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi.

TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi.

Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.

Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.

Dari dua pendefinisian sederhana di atas tampak bahwa teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi, Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media.

 

Ada tiga cara dalam menyampaikan informasi, Yaitu :

 

1. Natural / Manusia

Penyampaian informasi secara Natural/ manusia ialah penyampaian informasi masih menggunakan tangan manusia. Misalnya:

 

a) Pada zaman purba

Biasanya berupa goresan – goresan atau gambar pada batu atau dinding goa.

b) Cina, Mesir, dan Romawi

Menggunakan alat seperti abacus atau suan pan dan jari tangan serta menggunakan media seperti lempung dan kertas.

2. Mekanis

Penyampaian informasi secara mekanis ialah Penyampaian informasi dilakukan menggunakan peralatan yang berbentuk mekanik dan digerakkan oleh tangan manusia. Misalnya :

 

a) Abad 18-19

- Pascaline – Blaise Pascal (1642)

- Difference & Analytical Engine – Charles Babagge (1890)

b) Abad 19

Kartu Perforasi – Hollerith (1889)

3. Elektronis

Penyampaian informasi secara elektronis ialah penyampaian informasi dilakukan menggunakan peralatan yang bekerja secara elektronik. Misalnya: Komputer generasi I, II, III, IV, dst.

 

Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.

  1. Perkembangan Penggunaan Teknologi Informasi Dan Komunikasi

 

Dalam kehidupan manusia di era global ini akan selalu berhubungan dengan teknologi. Teknologi pada hakikatnya adalah alat untuk mendapatkan nilai tambah menghasilkan produk yang bermanfaat. Teknologi sekarang ini berkembang dengan pesat. Alvin Toffler menggambarkan perkembangan itu sebagai revolusi yang berlangsung dalam tiga gelombang yaitu gelombang pertama munculnya teknologi pertanian, gelombang kedua munculnya teknologi industri, dan gelombang ketiga munculnya teknologi informasi yang mendorong tumbuhnya telekomunikasi. Teknologi telah mempengaruhi manusia dalam kehidupannya sehari-hari, sehingga jika ‘gagap teknologi’ akan terlambat menguasai informasi, dan akan tertinggal pula untuk memperoleh kesempatan untuk maju. Informasi memiliki

peran penting dan nyata, apalagi mayarakat sekarang sedang menuju pada era masyarakat informasi (information society) atau masyarakat ilmu pengetahuan (knowledge society).

Informasi dan komunikasi sebagaimana teknologi juga sedang berkembang sangat pesat, mempengaruhi berbagai kehidupan dan memberikan perubahan terhadap cara hidup dan aktivitas manusia sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan. Pendidikan mengalami perkembangan yang sangat pesat pula, diantaranya dengan adanya pembelajaran jarak jauh (distance learning). Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi itu, pendidikan dapat menjangkau seluruh lapisan masarakat yang tinggal di berbagai tempat, di kota, desa, bahkan di daerah terpencil atau pedalaman sekalipun, sehingga upaya pemerataan pendidikan dapat terlaksana.

Aplikasi teknologi informasi dan komunikasi yang merupakan pengembangan teknologi, diantaranya adalah media komputer. Komputer merupakan aplikasi teknologi berbasis informasi dan komunikasi yang dimanfaatkan sebagai perangkat utama untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat dengan memproses, menyajikan, dan mengelola informasi. Pengolahan data dengan komputer disebut dengan Pengolaan Data Elektronik (Electronic Data Processing – EDP). Pengolaan Data Elektronik adalah proses manipulasi data menjadi suatu informasi yang lebih berguna. Data merupakan objek yang belum diolah dan akan dilakukan pengolahan yang sifatnya masih mentah. Sedangkan informasi adalah data yang telah diolah dan sifatnya menjadi data lain yang bermanfaat.

  1. Peranan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pendidikan

Peranan teknologi informasi dan komunikasi adalah:

a. Menggantikan peran manusia, yaitu dengan melakukan kegiatan otomasi suatu tugas atau proses. b. Memperkuat peran manusia yaitu menyajikan informasi, tugas, atau proses. c. Melakukan restrukturisasi atau melakukan perubahan- perubahan terhadap suatu tugas atau proses.

Perkembangan dunia yang semakin menglobal dipengaruhi oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Globalisasi menjadikan dunia semakin penuh dengan kompetisi dan networking, maka penguasaan teknologi informasi dan komunikasi menjadi faktor penting agar mampu bertahan dan bersaing. Untuk itu, perlu dilakukan cara agar dapat secara efektif mempercepat pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi yang potensinya sangat besar. Dalam hal ini, pemerintah dan masyarakat perlu secara proaktif dan dengan komitmen yang tinggi menumbuhkan komitmen mempercepat pengembangan dan pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi secara sistematis. Pendidikan telah dengan cepat merespon perkembangan teknologi informasi dan komunikasi tersebut. Penerapan aplikasi teknologi informasi dan komunikasi yang tepat dalam dunia pendidikan merupakan salah satu faktor kunci penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan bermutu merupakan sumber kemajuan bangsa yang sangat menentukan daya saing bangsa. Penerapan dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi bukan sekedar mengikuti trend global melainkan merupakan suatu langkah strategis di dalam upaya meningkatkan akses dan mutu pendidikan. Namun dalam meningkatkan mutu pendidikan terdapat kendala diantaranya yaitu adanya kesenjangan pendidikan. Penyebab kesenjangan mutu pendidikan tersebut antara lain faktor sarana dan prasarana yang belum memadai, sumberdaya manusia yang masih terbatas dan kurikulum yang belum siap untuk menyongsong masa yang akan datang. Untuk itu diperlukan kemampuan mendayagunakan atau pemanfaatan potensi teknologi informasi dan komunikasi, secara efektif dan efisien agar tidak digital divide (kesenjangan digital) yang semakin tertinggal dari negara-negara

maju. Kesenjangan prasarana dan sarana telekomunikasi dan informasi antara kota dan pedesaan, juga memperlebar jurang perbedaan sehingga terjadi pula kesenjangan digital tersebut.

Penerapan dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi akan menjadi landasan sistem pendidikan masa yang akan datang yang mampu mengangkat harkat dan nilai-nilai kemanusiaan dengan terciptanya pendidikan yang lebih bermutu dan efisien, sehingga dapat memenuhi kebutuhan manusia.

Pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, media, dan informatika, serta meluasnya perkembangan infrastruktur informasi global telah mengubah pola dan cara kegiatan pendidikan. Perkembangan pendidikan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, serta masyarakat informasi (information society) telah menjadi paradigma global yang dominan. Dunia pendidikan di era globalisasi ini membutuhan kapasitas dan modernisasi sistem dan jaringan informasi dan komunikasi dengan mengembangkan dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Kemampuan untuk terlibat secara efektif dalam revolusi jaringan informasi akan menentukan masa depan bangsa. Oleh karena itu, “The network is the school” akan menjadi fenomena baru di dalam dunia pendidikan.

  1. Manfaat Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pendidikan

 

Teknologi merupakan solusi tepat bagi masalah pendidikan. Pemanfaatan teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi, akan mengatasi Digital Divide (ketertinggalan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dari dunia maju). Oleh karena itu perlunya penyebarluasan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di kalangan masyarakat, khususnya dunia pendidikan dan perlunya peningkatan kualitas dumber daya manusia. Teknologi informasi dan komunikasi bagi dunia pendidikan memberikan kontribusi untuk percepatan pemerataan kesempatan belajar dan peningkatan mutu pendidikan dengan cara menyediakan informasi selengkap mungkin yang mudah tersimpan dalam otak, yang sulit diatasi dengan cara-cara konvensional. Selain itu, meningkatan kualitas sumber daya manusia dengan cara meningkatkan tingkat pengetahuan dan pemahaman (knowledge) melalui pengembangan dan pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi.

Teknologi informasi dan komunikasi antara lain dapat meningkatkan kecepatan dan kapasitas komponen-komponen elektronik, adanya informasi dalam bentuk digital semakin banyak, ketersediaan atau portabilitas peralatan-peralatan elektronik semakin meningkat, konektivitas (kemudahan untuk mengirimkan data diantara peralatan- peralatan komputer) meningkat sehingga tidak terbatas area lokal namun sudah interlokal/mendunia, seperti pengaksesan informasi melalui komputer, internet, e-mail, handphone, video konferensi, dan lain-lain serta kemudahan pemakaiannya pun meningkat.

Manfaat teknologi informasi dan komunikasi berkaitan dengan kegunaan dan efektivitasnya. Kegunaan, meliputi dimensi menjadikan pekerjaan lebih mudah, bermanfaat, menambah produktivitas. Sedangkan, efektivitas, meliputi dimensi mempertinggi efektivitas, atau mengembangkan kinerja pekerjaan.

Manfaat yang harus diambil dari penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, diantaranya:

1. Cepat, yaitu satu nilai yang relatif. Komputer bisa melakukan dalam sekejap mata dan lebih cepat daripada manusia.

2. Konsisten, yaitu komputer mampu melakukan pekerjaan yang berulang secara konsisten.

3. Tepat, yaitu komputer berupaya mengesankan perbedaan yang sangat kecil. 4. Kepercayaan, yaitu dengan kecepatan, kekonsistenan dan ketepatan, maka kita dapat memperkirakan bahwa keputusan yang dihasilkannya dapat dipercaya dan hasil yang sama bisa diperoleh berulang kali. 5. Meningkatkan produktivitas. 6. Mencetuskan kreativitas.

Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sebagai sarana pendidikan perlu terus ditingkatkan dengan memanfaatkan seoptimal mungkin aplikasi-aplikasinya. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung kegiatan pendidikan, antara lain:

a. Memperoleh berbagai informasi dari berbagai sumber informasi

Komputer dengan internet sebagai hasil dan aplikasi dari teknologi informasi dan komunikasi, telah banyak digunakan sebagai sumber informasi yang mudah, murah, dan cepat untuk menunjang pendidikan. Dengan internet dapat mengakses informasi-informasi atau sumber- sumber lainnya. Beberapa situs telah menyediakan materi pembelajaran secara gratis yang dapat dimanfaatkan antara lain situs ilmu komputer (www.ilmukomputer.com) yang memuat materi pembelajaran khusus bidang teknologi informasi dan komunikasi, atau situs jaringan pendidikan (www.pendidikan.net), dan sebagainya. Internet pun memudahkan untuk mengakses berbagai pengetahuan ke sumber pengetahuan atau kepada nara sumber para ahli, karena tidak dibatasi oleh jarak dan waktu

b. Penyebaran informasi

Internet telah dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi untuk banyak orang yang dapat mencakup seluruh belahan dunia. Informasi dapat diakses tanpa dibatasi jarak, ruang, dan waktu, bisa di mana saja dan kapan saja.

c. Konsultasi dengan tutor

Dalam pendidikan jarak jauh pengajar dan pembelajar terpisah secara fisik karena tidak ada tatap muka secara langsung, maka dalam proses pembelajarannya dibantu oleh tutor. Dengan internet perbedaan jarak, tempat, atau waktu bukan lagi menjadi masalah. Internet dapat dimanfaatkan untuk berkonsultasi dengan tutor yang berada di tempat

berbeda. Misalnya, memanfaatkan layanan e-mail, chatting, ataupun mailing list.

d. Perpustakaan digital (digital library)

Perpustakaan digital sering pula disebut perpustakaan elektronik (e-library), atau perpustakaan online. Dengan perpustakaan digital ini pembelajar dapat mengakses secara online ke sumber-sumber ilmu pengetahuan atau sumber informasi dengan cara mudah dan cepat tanpa harus dibatasi dengan jarak dan waktu. Selain itu, dengan adanya perpustakaan digital ini biaya untuk menyediakan buku-buku yang tercetak di perpustakaan dapat dikurangi.

e. Pembelajaran online

Pembelajaran online adalah proses pembelajaran dengan memanfaatkan layanan komputer dengan internetnya. Dengan menggunakan internet memungkinkan pengajar memberikan pelajarannya dan para pembelajar menerima penyajian pelajaran tersebut tanpa harus berkumpul di suatu tempat atau kelas pada satu waktu. Di samping itu, dapat menjangkau pembelajar yang berada di berbagai tempat, meskipun terpencil atau di pedalaman. Pembelajaran online juga memungkinkan pembelajar dapat saling bertukar pikiran, tanya jawab, atau berdiskusi dengan pengajar, tutor, atau dengan pembelajar lainnya. Materi pembelajaran dalam pembelajaran online dibuat interaktif, komunkatif, dan menarik untuk meningkatkan kualitas belajar, sehingga hasilnya bisa sama atau melebihi dari kualitas belajar yang dilaksanakan secara konvensional dengan tatap muka di kelas.

f. Manfaat Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan Berbasis Dunia Cyber

Globalisasi dan perdagangan bebas menjadikan dunia semakin penuh dengan kompetisi dan networking. Penguasaan teknologi informasi dan komunikasi menjadi sangat krusial untuk mampu bertahan dan bersaing. Pendidikan telah dengan cepat merespon perkembangan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk pembelajaran. Penerapan aplikasi teknologi informasi dan komunikasi yang tepat dalam dunia pendidikan merupakan salah satu faktor kunci penting untuk mengejar ketertinggalan dunia pendidikan dan kualitas sumber daya

manusia Indonesia dengan bangsa-bangsa lain. Peningkatan kualitas pembelajaran dilakukan sebagai respon terhadap tuntutan perkembangan informasi, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, tuntutan desentralisasi, dan hak asasi manusia. Oleh karena itu, bahan kajian yang harus dikuasai oleh pembelajar disesuaikan dengan semua tuntutan yang ada tersebut.

Pendidikan merupakan sumber kemajuan bangsa yang sangat menentukan daya saing bangsa, sehingga sektor pendidikan harus terus- menerus ditingkatkan mutunya. Fakta saat ini menunjukkan bahwa faktor kesenjangan pendidikan menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kesenjangan mutu pendidikan tersebut selain disebabkan karena faktor sarana dan prasarana yang belum memadai, sumberdaya manusia yang masih terbatas dan juga kurikulum yang belum siap untuk menyongsong masa yang akan datang. Penerapan dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran adalah salah satu langkah strategis dalam menyongsong masa depan pendidikan Indonesia. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran bukan sekedar mengikuti trend global melainkan merupakan suatu langkah strategis di dalam upaya meningkatkan akses dan mutu layanan pendidikan kepada masyarakat pada masa kini dan masa yang akan datang. Selain itu, bukan hanya bahan kajian saja yang harus dikuasai oleh pembelajar tetapi juga kompetensi untuk menggali, menyeleksi, mengolah dan menginformasikan bahan kajian yang telah diperoleh meskipun telah menyelesaikan pendidikannya. Dengan demikian, pembelajar memiliki bekal berupa potensi untuk belajar sepanjang hayat serta mampu memecahkan masalah yang dihadapinya. Teknologi informasi dan komunikasi masa yang akan datang perlu dikembangkankan mengarah pada terwujudnya sistem pendidikan terpadu yang dapat membangun bangsa yang mandiri, dinamis dan maju. Sudah barang tentu semua ini harus diikuti oleh kesiapan seluruh komponen sumber daya manusia baik dalam cara berpikir, orientasi perilaku, sikap dan sistem nilai yang mendukung pengembangan teknologi informasi dan komunikasi untuk kemaslahatan manusia.

Secara geografis dan sosial ekonomis Indonesia, penerapan dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi akan menjadi tulang punggung sistem pendidikan masa yang akan datang. Teknologi informasi dan komunikasi yang akan dikembangkan harus mampu mengangkat harkat dan nilai-nilai kemanusiaan dengan terciptanya layanan pendidikan yang lebih bermutu dan efisien, sehingga dapat memenuhi kebutuhan manusia di dalam zaman global dan kompetitif ini. Untuk itu, teknologi

informasi dan komunikasi harus memiliki karakteristik yaitu merupakan keterampilan menggunakan sistem komputer yang meliputi perangkat keras dan perangkat lunak tetapi juga lebih memerlukan kemampuan intelektual. Materi dalam teknologi informasi dan komunikasi ini pun berupa tema-tema esensial, aktual serta global yang berkembang dalam kemajuan teknologi pada masa kini, sehingga dapat mewarnai perkembangan perilaku pembelajar dalam kehidupannya.

 

Daftar Pustaka

 

Indonesia, U. P. (t.thn.). http://www.upi.edu. Dipetik 03 28, 2013, dari file.upi.edu: https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&ved=0CDAQFjAA&url=http%3A%2F%2Ffile.upi.edu%2FDirektori%2FFPMIPA%2FPRODI._ILMU_KOMPUTER%2F196603252001121-MUNIR%2FPJJ_TIK%2FPJJ_TIK-Pembelajaran_Jarak_Jauh_Berbasis_Online_dan_WEB.pdf

Papua, D. P. (2012, 06 20). Papua Cloud. Dipetik 03 28, 2013, dari Khasanah TIK: http://cloud.papua.go.id/id/khasanah/perkembangantik/Pages/Pengertian-Dan-Sejarah-Teknologi-Informasi-Komunikasi-(TIK).aspx

Timbul Pardede, R. M. (2012). Kompetensi Dasar Pendidikan Jarak Jauh. Jakarta: SEAMEO SEAMOLEC.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s